Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19
Pembelajaran di Masa
Pandemi Covid-19
Oleh: Isma Rachmadani Siregar, S.S, M.Pd
Saat ini, bangsa Indonesia dihadapkan dengan
kondisi pandemi Covid-19. Kondisi yang cukup membuat aspek-aspek penting negara
berubah seketika dan menuntut kreatifitas, inovasi dan keaktifan dalam
melaksanakan kegiatan di setiap bidangnya. Kali ini, saya lebih memfokuskan
pada bidang pendidikan. Semenjak pemerintah Indonesia khususnya pada bidang
pendidikan oleh Bapak Nadiem Makarim, banyak keputusan-keputusan baru hingga
ide-ide pembelajaran disampaikan dengan menyesuaikan kondisi. Beberapa hal
diantaranya adalah pembelajaran yang bersifat daring atau online yang
dilaksanakan di rumah masing-masing, video pembelajaran yang dapat dibuat oleh
tenaga pendidik hingga webinar pendidikan yang dilaksanakan untuk menambah
wawasan para guru. Tentu saja hal ini membawa hal baik dan buruknya. Terlebih
lagi, pembelajaran yang bersifat digital dan memerlukan jaringan internet. Dan
saya, dihadapkan oleh 2 kondisi yaitu, sebagai ibu untuk putri saya yang
berusia 8 tahun yang duduk di kelas 3 sekolah dasar dan sebagai tenaga pendidik
pada sebuah sekolah swasta di kota Banjarbaru-Kalimantan Selatan.
Aktifitas New Normal yang saya jalani setiap
harinya yaitu mengajar daring untuk siswa dan siswi SMK dan mendampingi putri
saya belajar di rumah. Pendidikan karakter yang sesungguhnya yang saya rasakan
adalah ketika saya dapat mendampingi putri saya belajar di rumah dan
melaksanakan aktifitas bersamanya. Sungguh, saya menyadari bahwa sebaik-baiknya
pendidikan adalah berawal dari rumah yaitu keluarga. Pendidikan karakter yang
saya terapkan kepada putri saya adalah taat kepada perintah Tuhan Yang Maha Esa
dan etika dalam berbicara dan berperilaku. Hal ini, dapat menstimulasi anak
bahwa bertanggungjawab dan melakukan hal baik, maka kebaikan juga akan datang
sebagai balasannya.
Pendidikan karakter dengan mengutamakan
keyakinan kepada Tuhan yaitu ibadah yang dilaksanakan tanpa henti. Hal ini
membiasakan anak agar selalu memahami bahwa melakukan sesuatu perlu dipikirkan
baik dan buruknya. Terlebih lagi, apakah yang dilakukan itu sesuai atau tidak
dengan perintah Tuhan Yang Maha Esa.
Sebelum dan sesudah belajar, anak dididik untuk
berdoa agar ilmu yang telah dipelajari menjadi pemahaman yang baik dan ilmu
yang bermanfaat. Belajar mandiri dengan pendampingan orangtua, sangat mendukung
kemajuan anak. Pembelajaran daring atau online menjadi lebih mudah untuk
dipahami.
Tetap menjaga kebersihan merupakan salah satu
protokol kesehatan yang diterapkan di rumah. Bila keluar rumah, maka anak sudah
paham bahwa masker, hand-sanitizer dan air minum yang dibawa dari rumah adalah
sehat dan bersih.
Membiasakan anak untuk minum dan makan di rumah agar terjaga kebersihannya. Anak juga dapat memasak bersama dengan menu yang sederhana dan sehat. Anak dapat membantu orangtuanya dengan bersama-sama membersihkan rumah. Hal ini mengajari anak untuk berempati terhadap tugas di rumah dan mandiri.
Ketika
anak merasa kegiatan di rumah terbatas, maka sudah pasti anak merasa bosan.
Dan, orangtua dapat mengajak anak untuk berkreatifitas dengan media pendukung
seperti televisi dan jaringan internet.
Dengan
kreatifitas yang dilakukan bersama-sama anak di rumah, maka kita juga dapat
menilai seperti apa karakter anak dan juga menjadi guru terbaik untuk mereka.
Dan anak siap kembali ke sekolah nanti dengan pengalaman yang menarik untuk
diceritakan dan pastinya anak menjadi lebih mandiri. Bangunlah pendidikan
karakter dimulai dari keluarga dan ajak anak untuk lebih produktif di masa
pandemi. Semoga bermanfaat dan terimakasih.








Comments
Post a Comment