Posts

Showing posts from March, 2022

Refleksi: Semangat Berkarya di Masa Pandemi, Pantang Mengeluh dan Tetap Berkreasi oleh Isma Rachmadani Siregar

Image
  Semangat Berkarya di Masa Pandemi, Pantang Mengeluh dan Tetap Berkreasi Isma Rachmadani Siregar “Apa itu Covid-19? Apakah mungkin menyerang ke negara kita? Lalu, apa yang harus kita lakukan?”. Pertanyaan seperti ini menjadi berita nomor satu di setiap media sosial. Dan juga, menjadi perbincangan pada setiap kesempatan baik di rumah, di kantor, dan di lingkungan tempat tinggal. Seperti yang telah diketahui bahwa virus ini mulai menyebar di beberapa negara Asia lalu menyusul ke Eropa. Aktivitas masih berjalan normal, pemerintahan belum membuat keputusan apapun terkait dengan wabah corona tersebut. Semua aspek seperti perdagangan, pariwisata, transportasi, pendidikan dan aspek lainnya tidak mengalami hambatan apapun. Dan, ketika semuanya berubah, cerita inilah yang menjadi pengalaman baru untuk saya, kami dan kita. Suasana pada saat itu begitu menyenangkan. Kegiatan yang dilakukan tanpa ada pembatasan bahkan larangan apapun. Semua orang masih bebas melakukan pekerjaan dari wak...

Rinduku pada Ruang Kelas Biru oleh Isma Rachmadani Siregar

Image
  RINDUKU PADA RUANG KELAS BIRU Oleh: Isma Rachmadani Siregar Langit begitu cerah. Hilir mudik kendaraan tiada henti. Masih terngiang lelucon kita pada saat itu. Masa dimana kita menghabiskan waktu dalam setiap kebersamaan. Tawa, tangis dan kecewa mewarnai cerita yang tidak akan pernah terhapus sampai kapanpun. Namun, kali ini aku mengakui, aku rindu. source.freepik Mengayunkan sepeda motor menuju sebuah tempat penuh kenangan. Aku sadar, semua tidak akan mungkin terulang kembali. Waktu tidak mengizinkan untuk merakit benang-benang persahabatan yang telah kita bina 2 tahun yang lalu. Dan kini, kita melangkah menuju tempat berikutnya. “Selamat pagi anak-anak. Kami sampaikan bahwa pengambilan ijazah akan diinformasikan melalui grup Angkatan. Terima kasih atas pengertiannya. Semoga kalian sehat dan sukses selalu.” tutup wakil kepala sekolah bidang kurikulum pada pertemuan online. “Inilah akhir penantian dari 3 tahun belajar meskipun tidak seperti dulu lagi. Teman-teman, kita ...

Cerpen: Pelangi untuk Alesha oleh Isma Rachmadani Siregar

Image
  Pelangi untuk Alesha Oleh: Isma Rachmadani Siregar source.teahub.io Hujan yang memecah rasa rindu. Menitikkan setiap tetesan yang mewakili jutaan air mata. Tiada henti layaknya detak jantung yang berpacu dengan waktu. Kursi ini masih hangat dan dia enggan beranjak karena masih ingin memeluk kerinduan yang tak tahu sampai kapan bisa melepaskannya. Lalu, dalam hati dia berguman,” aku terjebak lagi dan lagi.” “Mama, berikan Alesha kebebasan untuk memilih. Alesha tau mana yang benar dan salah. Sekali lagi ini saja ma, tolong,” lirihnya dengan memegang erat tangan seorang ibu yang memandangnya dengan amarah. Beranjak meninggalkannya dengan memegang bara api memanas. Dan Alesha tertunduk menangis hingga memegang dadanya yang seakan menahan sesaknya kehidupan. “Apa aku harus pergi dengan cara yang aku sendiripun tak sanggup melakukannya? Sial! Hidupku penuh drama, aku benci diriku!” gumamnya sambil membanting pintu kamar. Pagi ini, matahari serasa ingin membakar kulitnya. Ki...

Cerpen: Dasi Biru Oleh: Isma Rachmadani Siregar

Image
  Dasi Biru Oleh: Isma Rachmadani Siregar source:freepik                         “kamu kemana saja? Terlalu lama bersembunyi itu bukan jawaban yang berkelas, bro. Sudahlah, hadapi saja. Kenyataan bahwa kamu itu bukan untuk wanita yang kastanya tak sepadan denganmu. Masih banyak yang lain kok!” tegas Bayu seraya menepuk pundaknya.              32 tahun yang lalu, kota ini tidak mengalami perubahan apapun. Masih sama. Sama ramenya, sama berisiknya, dan pastinya mengungkit cerita lama. Keluargaku sama seperti keluarga lainnya. Melakukan aktifitas yang dilakukan oleh orang kebanyakan. Meskipun terkesan keras, papa bukan berlatarbelakang tentara. Dia hanya meneruskan cara berpikir kakek yang dulunya seorang Kolonel di Kesatuan Kodim IV Sumatra Utara. Walaupun kakek kecewa karena papa tidak bisa meneruskan keingin...