Bos atau Pemimpin?
Bos
atau pemimpin?
Oleh
Isma Rachmadani Siregar
Apa yang dapat anda
jelaskan dari gambar di atas? Dan di posisi manakah yang lebih baik menurut
anda? Pertanyaan-pertanyaan yang muncul seringkali menyimpulkan bahwa 2 posisi
tersebut merupakan posisi tertinggi dan dapat bertindak sesuka hati. Dan ini
menjadi hal biasa untuk semua perusahaan ataupun instansi. Pastinya penilaian
yang diberikan tergantung dengan rasa nyaman atau tidak yang dirasakan oleh
para pekerja yang ada pada satu tempat.
Lalu apa bedanya antara
bos dan pemimpin atau Leader? Beberapa pernyataan dari Lolly Daskal, CEO Lead From Within yang
memberikan beberapa poin perbedaan leader dengan bos. Yaitu:
- Leader mengajak bawahannya untuk
sama-sama berkembang, sedangkan bos hanya bisa menyuruh bawahan saja.
- Leader akan mencari solusi dari
masalah yang timbul, sedangkan bos hanya mampu menyalahkan orang lain.
- Leader memperkenalkan rasa
saling menghargai, sedangkan bos fokus dengan memberikan rasa takut.
- Leader mau menunjukkan proses
yang benar hingga sampai ke tujuan, sedangkan bos hanya fokus dengan hasil
akhir.
- Leader melihat bawahannya agar
bisa memberikan kinerja terbaik, sedangkan bos hanya mampu memberikan
perintah.
Berdasarkan beberapa pernyataan dari Lolly Daskal, cukup membuat
kita memahami bahwa antara bos dan pemimpin itu berbeda secara pengertiannya.
Lalu, atasan anda termasuk tipe yang mana?
Dan untuk menjadi pemimpin yang baik menurut Nur Rosita Dewi, anda bisa melakukan
hal-hal sebagai berikut:
1. Pahami gaya kepemimpinan kamu
Hal pertama yang perlu
dilakukan adalah memahami seperti apa gaya kepemimpinan kamu. Apa yang
menjadi kekuatanmu? Area mana yang perlu diperbaiki? Salah satu cara untuk
menilainya adalah dengan mengikuti latihan dasar kepemimpinan.
Dengan latihan ini,
kamu akan menemukan gaya kepemimpinanmu sendiri dan yang paling pantas untuk
dirimu. Pahami juga tentang karakteristik utama gaya dominan kamu ketika
memimpin.
Sikap seorang pemimpin
seperti apa yang selama ini kamu miliki. Apakah cara memimpin yang baik sudah
kamu miliki? Apakah kamu sudah memenuhi syarat menjadi pemimpin yang ideal?
Apakah sifat-sifat ini membantu atau justru menghambat dalam memimpin sebuah
tim?
Setelah kamu
mengetahui apa yang perlu diperbaiki, kamu dapat mulai mencari cara untuk
meningkatkan kemampuan kepemimpinan kamu.
2. Jadilah role model untuk
bawahan kamu
Pemimpin yang
menginspirasi adalah salah satu dari empat komponen utama kepemimpinan
transformasional. Pemimpin transformasional mencontohkan perilaku dan
karakteristik yang kuat kepada para anggota atau bawahannya.
Rekan kerja atau
bawahan akan mengagumi para pemimpin yang dapat menginspirasi mereka.
3. Bangun koneksi yang baik dengan
anggota tim kamu
Salah satu cara
menjadi pemimpin yang baik adalah dengan memiliki hubungan yang baik dengan
anggota tim lainnya. Dalam memimpin, dibutuhkan rasa saling percaya dan saling
pengertian antara pemimpin dan anggota tim. Untuk mencapainya, seorang pemimpin
harus membangun hubungan dengan anggota tim.
Nah, untuk membangun
koneksi yang baik dengan masing-masing anggota tim, kamu harus fokus untuk
mengenal kepribadian, minat, kekuatan, kelemahan, hobi, dan preferensi
mereka.
Hal ini pula yang akan
memberimu wawasan tentang tujuan dan motivasi masing-masing anggota tim kamu.
4. Jadilah seorang pembicara yang hebat
Seorang pemimpin yang
hebat merupakan komunikator yang terampil. Kamu bisa berkomunikasi dengan
bawahan dengan cara bicara seorang pemimpin yang kharismatik, dewasa,
percaya diri serta mampu mendatangkan ketenangan bagi tim.
Tidak hanya sebagai
pembicara yang ulung kamu juga
sebaiknya menjadi pendengar yang baik, mampu untuk fokus,
serta menyesuaikan diri dengan berbagai percakapan. Dengan begitu kamu
bisa memahami tim mu dengan baik.
5. Jangan menjadi pemimpin yang micromanagement
Para pemimpin yang
mengatur dengan cara micromanagement akan membuat seseorang
yang berbakat menjadi tidak unggul, tidak produktif, dan membuat orang-orang
berpengalaman tidak bisa menunjukkan kemampuannya dengan baik.
Jadi jika kamu seorang
dengan micromanagement, ada baiknya untuk menghentikannya agar
organisasi atau tim kamu bisa berjalan dengan baik.
6. Selalu motivasi karyawan
Salah satu cara
menjadi pemimpin yang baik lainnya adalah dengan selalu memberikan motivasi
bagi para anggotanya. Memberikan motivasi kepada karyawan tentu tidak mudah.
Namun hal ini penting dilakukan agar semangat kerja karyawan tidak goyah.
Beberapa cara untuk memotivasi karyawan bisa dilakukan dengan
memberikan pengakuan, pujian, atau penghargaan atas prestasi karyawan.
7. Jangan menuntut untuk dihormati
sebagai pemimpin
Cara menjadi pemimpin
yang baik dan disegani adalah dengan tidak banyak menuntut untuk dihormati
meski dirimu memang seoraang atasan. Perlu kamu tahu bahwa, rasa
hormat tidak bisa dibeli melainkan diperoleh.
Akan tetapi, kamu bisa
mendapat penghormatan tim apabila kamu belajar untuk menghormati gagasan,
pendapat dan teori tim mu terlebih dahulu. Baru mereka akan akan
menghormatimu karena merasa diperlukan dengan baik.
8. Dorong perkembangan pribadi dan
profesional karyawan
Sebagai pemimpin yang baik kamu juga harus mendukung
kesuksesan dan pertumbuhan mereka. Berdayakan karyawan kamu untuk meluangkan
waktu mereka demi belajar dan menerapkannya ke dalam pekerjaan yang mereka
lakukan. Dukung pula mereka untuk mempelajari keterampilan baru atau
mengembangkan lebih lanjut yang sudah ada.
Ingat, bahwa pemimpin yang baik akan memberdayakan
karyawan mereka untuk tumbuh dan memberi mereka peluang yang menantang dan
membimbing mereka sesuai kebutuhan.
Sumber referensi:
-
https://cohive.space/blogs/leader-artinya/
-
https://www.ekrut.com/media/cara-menjadi-pemimpin-yang-baik

Comments
Post a Comment