Pembelajaran Jarak Jauh
Pembelajaran
Jarak Jauh
Tidak pernah terbayangkan
oleh saya, bahwa pandemik ini akan melumpuhkan berbagai kegiatan termasuk
pendidikan, berubah seketika. Dan yang lebih mengejutkan lagi, para guru harus
bisa keluar dari zona nyaman. Biasanya mengajar di kelas, namun kali ini mengajar
jarak jauh dengan memanfaatkan jaringan internet. Tentu saja, bukan hal mudah
untuk diterima oleh para guru maupun orangtua siswa. Karena pastinya
memunculkan persepsi yang berbeda dan kendala yang akan dihadapi.
Di akhir tahun 2019,
dunia internasional digegerkan dengan satu virus yang mematikan banyak orang.
Virus yang sebelumnya tidak pernah terjadi, namun menjadi wabah yang menyerang
banyak manusia hingga ke Indonesia. Satu persatu sektor penting mulai melemah.
Dari sektor perekonomian, perdagangan, hingga pendidikan. Pemerintah Indonesia
bergerak cepat untuk mengatasi masa-masa sulit pada saat pandemik. Peraturan
bekerja di rumah atau Work from home mulai diberlakukan oleh setiap
instansi pemerintah dan perusahaan swasta di seluruh wilayah di Indonesia. Dan,
tepat pada bulan Februari 2020, dunia Pendidikan di Indonesia berubah status
menjadi darurat dan keputusan untuk belajar di rumah atau Learn from home
segera dilaksanakan. Lalu, bagaimana para guru dan orangtua siswa menyikapi
kondisi ini? Dan apa yang harus dipersiapkan oleh para guru untuk memfasilitasi
pembelajaran jarak jauh? Disini saya akan bercerita tentang rencana
pembelajaran dan proses pada pembelajaran jarak jauh.
Saat ini saya sedang
mendampingi para siswa untuk tingkat SMK tepatnya kelas XII. Dengan sekolah
yang berbasis teknologi, pastinya akan memunculkan pendapat bahwa pembelajaran
jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi, jaringan internet, dan aplikasi yang
mudah dipahami, akan memudahkan proses pembelajaran. Sebelumnya, para guru
diminta untuk menyiapkan Rencana Persiapan Pembelajaran atau RPP Darurat atau
dikenal dengan RPP 1 lembar. Di dalam RPP tersebut, guru mencantumkan tujuan
pembelajaran, indikator, proses hingga penilaian. Di sisi lainnya, guru juga
dianjurkan mengikuti berbagai webinar atau pelatihan yang disesuaikan dengan
kebutuhan pembelajaran. Lalu, guru juga belajar memanfaatkan aplikasi dan
menciptakan berbagai video pembelajaran yang menarik. Guru dapat menjadi model
pada video tersebut atau menggunakan model animasi yang dapat bergerak. Hal ini
cukup mudah bagi guru yang paham bagaimana mengoperasikannya. Sedangkan yang
belum paham, maka cukup dengan video Live Streaming melalui aplikasi
seperti Zoom, Google Meet atau Video Call pada grup sosial
media yang dibuat. Dan yang spesial, ada guru yang langsung mendatangi rumah
siswa yang jaraknya tidak terlalu jauh sehingga dapat diakses.
Dalam proses pembelajaran
jarak jauh ini, guru juga berusaha untuk menemukan solusi pada setiap masalah
yang muncul. Di awal, setiap sekolah membuat kesepakatan dengan para
orangtua/wali siswa bahwa kelas akan diganti dengan sistem online. Hal ini juga
menjadi pedoman bagi guru agar dapat berlaku bijaksana terhadap siswa. Mengapa
demikian? Hal ini dikarenakan, selama pembelajaran jarak jauh dengan sistem
online, akan ada kendala yang terjadi. Seperti jaringan yang kurang baik,
perangkat pendukung terbatas, hingga kuota internet yang tidak mencukupi. Bukan
itu saja, masalah lain yang muncul adalah kesiapan siswa dalam belajar jarak
jauh, apakah mereka akan menyimak kelas dengan baik, apakah tugas dapat
dikerjakan, apakah orangtuanya dapat mendampingi, apakah siswa dapat mencapai
nilai yang baik dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang akan membuat
kekhawatiran untuk guru.
Dalam melaksanakan proses
pembelajaran jarak jauh, saya mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Ada
kesepakatan yang disampaikan kepada orangtua dan siswa selama belajar yang
menyangkut kehadiran, tugas, nilai dan hal-hal lain yang terkait. Selanjutnya
saya menyiapkan LMS atau Learning Management System. LMS ini merupakan sebuah aplikasi software
yang dapat membantu merencanakan, mengimplementasikan sebuah proses pembelajaran
secara online. Lalu siswa disarankan untuk bergabung pada LMS ini dengan kode
akses yang diberikan oleh guru. Di dalamnya terdapat fitur membagikan materi
ajar, tugas, nilai dan juga evaluasi belajar. Sebelumnya LMS ini pernah
digunakan namun tidak terlalu sering karena pembelajaran di kelas atau tatap
muka dirasa lebih efektif. Setelah itu, guru menyiapkan e-book yang
dapat diakses dengan mudah oleh siswa, video pembelajaran yang dapat bersumber
dari Youtube atau video yang guru buat sendiri, dan kelas virtual yang
dilaksanakan selama 1 jam. Hal ini dirasa kurang efektif mengingat waktu yang
membatasi kelas dan selebihnya dilanjutkan dengan LMS. Tugas yang diberikan
bervariasi. Baik dikerjakan secara mandiri maupun berkelompok. Dapat berbentuk
seperti Google Form, tugas praktik seperti presentasi, video yang dibuat
sesuai materi yang disajikan, dan Online Quiz. Waktu penyerahan tugas
dibatasi dan menjadi pengecualian jika ada siswa yang kesulitan pada jaringan
internet atau perangkatnya. Guru juga membagikan materi ajar bukan hanya
melalui LMS tetapi melalui grup sosial media. Karena itu dirasa membantu untuk
menyampaikan informasi dan terkoneksi juga dengan orangtua. Hal ini bukan
bermaksud untuk meminta orangtua yang mengerjakan tugas, tetapi agar menjadi
perhatian dan pengingat bahwa anak-anak mereka perlu diperhatikan dalam
melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Tentu saja, akan ada hal yang kurang
maksimal tetapi guru perlu mempersiapkan dan melaksanakannya dengan baik.
Komunikasi menjadi hal penting agar masalah yang ada dapat diselesaikan dengan
baik.
Seiring waktu yang berjalan, pembelajaran jarak jauh sesekali terasa membosankan. Terlebih lagi guru dan siswa hanya berinteraksi melalui video virtual. Suntikan kuota yang disediakan menjadi cepat habis karena pembelajaran lebih banyak online dan mencari sumber materi tambahan. Kesulitan yang saya hadapi adalah tugas siswa yang sering sekali terlambat diserahkan dan tidak dapat bergabung pada video virtual. Namun, harus dapat dibijaksanai karena kondisi yang dihadapi berbeda untuk setiap siswa. Bersama dengan guru-guru lain, saya berkolaborasi dalam membuat materi belajar. Karena saya mengampu mata pelajaran Bahasa Inggris, maka materi yang diajarkan dapat disesuaikan dengan mata pelajaran lainnya. Di samping itu, saya juga membuat sesi curhat dengan siswa yang pada pelaksanaannya, siswa dapat menyampaikan keluhan dan kendala yang dihadapi sehingga dapat diatasi bersama. Memang bukan hal yang mudah, tetapi guru yang memiliki integritas tinggi, inovasi, kreatifitas dan kemauan, akan selalu menciptakan hal-hal baru, menarik dan bermanfaat. Bukan hanya untuk para siswa, tetapi juga kepada sesama guru. Dan kita tidak akan pernah mengetahui, sampai kapan pandemik ini akan berakhir. Yang terpenting selalu melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk generasi penerus bangsa dengan memanfaatkan kesempatan yang ada. Bukankah menjadi guru pembelajar itu merupakan suatu hal yang menantang? Saya sudah mencobanya, bagaimana dengan bapak dan ibu guru lainnya?
Biografi Penulis
Penulis merupakan guru yang mengajar pada salah satu SMK swasta dan
dosen pada dua Sekolah Tinggi yaitu Ilmu Kesehatan dan Ilmu Manajemen dan Komunikasi di kota
Banjarbaru-Kalimantan Selatan.
Penulis memulai pengabdian pada dunia Pendidikan di awal tahun 2009.
Mengawali pengabdian sebagai guru dari mulai tingkat sekolah dasar, sekolah
menengah pertama, sekolah menengah kejuruan, sekolah tinggi hingga memberikan
pembelajaran pada beberapa bimbingan belajar di kota domisili.
Penulis lahir pada 10 Mei 1986, merantau dari kota Medan menuju kota
Banjarbaru. Memulai kuliah pada sekolah tinggi ilmu bahasa asing dan
melanjutkan pendidikan pada jenjang magister pada Universitas Palangka Raya
tahun 2014.
Melihat banyak hal yang terjadi di sekitar khususnya pada bidang pendidikan,
penulis tergerak untuk menulis pendapat setelah melakukan observasi dan mendapat
informasi dari berbagai sumber.
"Semua orang akan
mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di
akhirat kelak". Ali bin Abi Thalib
Banjarbaru, Februari 2021

Nice bu
ReplyDeletethank you pak
Delete