Tulisan Bercerita
Tulisan
Bercerita
Oleh:
Isma Rachmadani Siregar
“untuk
apa menulis, hanya buang waktu saja. Dan belum tentu tulisan kita dibaca
apalagi disukai.” Kalimat ini sering saya dengar dari beberapa orang yang
kurang menyenangi aktivitas menulis. Terkadang, untuk menulis saja rasanya
sulit karena tidak memahami bagaimana mengawali kalimat, harus dari mana dan
apakah penulisannya sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia atau apakah pembaca
mudah memahami maksud dari penulis. Namun, semua perasaan dan pemikiran akan
berubah ketika seseorang menemukan makna menulis dan tidak ragu untuk
menyampaikan isi hati dan pikiran yang tidak sempat diucapkan secara lisan. Dan
dari sinilah, tulisan saya akan bercerita tentang apa yang telah saya temukan
dan tuliskan.
Menulis
merupakan salah satu kegiatan untuk membuat informasi atau catatan dengan
menggunakan huruf atau aksara baik dengan media kertas dan pena. Namun sekarang
menulis menjadi lebih mudah karena kemajuan teknologi mendukung pekerjaan
manusia menjadi lebih mudah. Saya menggunakan komputer sebagai media menulis.
Sebelumnya saya hanya membuat tulisan untuk keperluan mengajar. Akan tetapi,
setelah saya memahami bahwa banyak hal yang bisa saya ciptakan, maka menulis
menjadi jalan saya untuk memulai cerita.
Bukan
hal mudah bagi saya untuk menulis. Bisa dikatakan saya bukan tipe orang yang
bisa merangkai kalimat, saya tidak memahami penulisan yang baik dan benar, dan
bahkan saya bingung harus mulai dari mana. Jika dibandingkan dengan kemampuan
saya dalam berbicara di depan umum, maka orang-orang akan lebih mudah
melupakannya. Berbeda dengan menulis. Pembaca akan senantiasa mengingat dan
dapat membacanya berkali-kali hingga mendapatkan inspirasi untuk bercerita
dalam tulisan. Saya suka bersosialisasi dengan banyak teman. Mereka saling
berbagi pengalaman dan hal-hal yang membuat saya tergerak untuk menjadi aktif
dan kreatif. Saya mengikuti kegiatan Public Speaking dari berbagai
sumber. Setelah itu, saya mempraktikkan dan pada saat-saat tertentu, saya
merasa kurang. Ada hal yang belum saya lakukan dan tidak ingin melewatkannya.
Pertanyaan yang sering mampir di pikiran saya adalah kontribusi terbesar apa
yang sudah saya berikan dan sejarah apa yang sudah saya ciptakan? Hal ini
selalu membayangi saya setiap waktu dan rasa enggan selalu datang. Saya
berharap bahwa suatu saat, nama saya akan terpampang pada satu buku dengan tema
yang menantang ide dan mengasah kata-kata menjadi tulisan yang memiliki makna.
Jika bukan karena kesempatan dari Tuhan dan orang-orang baik, maka semua ini
hanya sekedar wacana hidup yang tidak akan pernah terwujud. Maka, menulislah
meskipun dengan serba keterbatasan. Kita semua memiliki kelebihan yang patut
diberikan penghargaan dan kekurangan yang wajib kita tutupi dengan prestasi.
Sejatinya, kehidupan akan semakin menantang, tapi kesempatan hanya akan
berpihak bagi mereka yang ingin merebutnya.
Di
suatu masa, saya bertemu dengan orang-orang baik. Saya sempat berpikir apakah
ini merupakan babak baru dalam perjalanan hidup atau kesempatan baik yang
dulunya hanya ucapan tetapi sekarang dapat menjadi kenyataan. Orang-orang baik
ini bukan hanya sebagai perantara namun mereka membawa dampak besar bagi cara
berpikir saya. Awalnya saya hanya berpikir untuk apa saya bergabung dengan
komunitas jika tidak ada manfaat apapun yang saya dapatkan. Saya hanya ikut
membaca informasi yang diberikan melalui media sosial tanpa ada hal menarik
sekalipun. Bukan tanpa alasan, Covid 19 menjadi ajang bagi semua orang untuk
memaksa diri menjadi inovatif dan kolaboratif. Dan sekali lagi, saya tidak
ingin melewatkannya.
Waktu
terasa begitu cepat berjalan. Satu persatu manusia hebat lahir dengan karyanya.
Pandemi ini bukan akhir dari segalanya. Sebaliknya, merupakan awal dari yang
tidak mungkin menjadi nyata. Tidak sepantasnya menyalahkan keadaan, karena
semua yang terjadi merupakan suratan takdir dari Tuhan Yang Maha Esa. Tak baik
jika hanya mengeluh dan itu bukan solusinya. Banyak hal yang dapat dilakukan
meskipun dengan serba keterbatasan. Pertemuan yang bisa terjadi secara langsung
sekarang hanya bisa melalui aplikasi yang tersedia secara online. Informasi
kian bertambah dan semakin hari semakin banyak hal baru bermunculan. Saya
menyadari bahwa saya harus terlibat dalam perubahan dan melakukan banyak hal
yang bermakna. Menjalin komunikasi dengan teman-teman baru yang membawa dampak
positif dan mengantarkan peluang baik untuk saya. Saya memiliki banyak teman
online di beberapa media sosial dan mereka saling berbagi informasi. Momen
terbaik saya adalah bergabung dengan komunitas penulis hebat bangsa yang telah
memiliki kontribusi kepada dunia pendidikan dan juga hal-hal baik yang
mendukung kemajuan Indonesia. Ini merupakan komunitas baik yang menawarkan
kesempatan menulis yang dipimpin oleh seseorang yang memiliki kharisma, berpikir
kritis dan selalu memotivasi siapa saja yang ingin belajar dan berbagi. Beliau
adalah bapak Wijaya Kusumah atau panggilan akrabnya yaitu Om Jay. Beliau
bersama dengan para pendidik lainnya saling berkolaborasi dalam membuka
kesempatan seluas-luasnya bagi saya dan teman-teman lain untuk menulis. Saya
hanya bisa berkata,”Tuhan, rencanaMu lebih baik dan terima kasih atas hal baik
ini.”
Memiliki
banyak teman yang menyukai kegiatan menulis membuat saya terdorong untuk bisa
menuangkan cerita. Dulunya saya hanya berpikir, untuk menjadi penulis harus
memiliki modal yang banyak, harus promosi di berbagai tempat, menganggap
tulisan saya tidak memiliki nilai apa-apa. Dan ternyata, semua itu salah. Saya
hanya berada dalam pemikiran sempit bak seekor katak di bawah tempurung. Tidak
akan ada kesempatan baik jika saya hanya berdiam diri dan menunggu keajaiban.
Kesadaran akan pentingnya mengelola kemampuan diri, menerima tantangan dan semangat
belajar menjadi modal dasar saya untuk meningkatkan potensi diri. Bukan hanya
bergabung di komunitas saja akan tetapi saya mengembangkan semua ilmu yang saya
dapat menjadi praktik baik. Sebelum memberanikan diri untuk menulis, saya hanya
menyimpan tulisan di komputer dan buku harian saya. Saya berpikir tulisan saya
tidak akan pernah tampil di buku manapun dan hanya menjadi dokumentasi pribadi
yang tidak akan pernah diketahui oleh orang lain.
Mengenal
teknologi dengan semua perangkatnya, membutuhkan cukup waktu dalam mengenal,
memahami dan mengoperasikannya. Saya sebagai guru dituntut untuk serba bisa
dalam menguasai teknologi dan informasi. Karena saya melihat banyaknya
orang-orang hebat dalam menerbitkan tulisan, saya malah mengawalinya dengan
menulis pada salah satu akun blog yang saya kelola pada 2 tahun yang lalu.
Sebenarnya saya sudah membuat blog tersebut cukup lama tetapi baru saya
aktifkan kembali setelah saya sadar bahwa menulis itu mudah dan menyenangkan.
Saya merasa sangat terlambat untuk memahaminya. Lalu seorang teman
mengatakan,”tidak ada kata terlambat untuk memahami. Yang keliru adalah cara
berpikir kita yang belum bisa optimal,”. Kalimat ini menjadi penyemangat buat
saya. Dan menjadi keberanian untuk menulis di blog. Meskipun baru diawali
dengan tulisan sederhana, saya cukup senang karena satu ide sudah saya tuangkan.
Dan masih banyak ide lain yang harus saya wujudkan dengan menulis bersama
teman-teman penulis lainnya. Saya menulis hal-hal yang saya pahami dan hadapi
dan semuanya saya tuangkan pada blog yang nantinya bisa menjadi kenang-kenangan
untuk anak-anak maupun siswa saya. Selain itu, menulis di blog menjadi media
baik untuk berbagi kepada pembaca dan saya mendapat saran agar tulisan saya
dapat berkembang dan berpotensi untuk bisa layak terbit pada media massa dan
buku. Saya berharap keinginan untuk membukukan tulisan saya menjadi nyata
dengan segala keterbatasan. Bukan hanya suatu kebanggaan ketika tulisan dapat
dimuat pada buku dan memiliki legalitas, akan tetapi kepuasan terhadap karya
sendiri menjadi penghargaan terbaik atas segala pemberian dari Tuhan. Hal
positif layak diberikan apresiasi.
Beliau adalah panutan baik bagi siapa saja yang mengenalnya termasuk saya. Beliau merupakan sosok yang bersahaja, memiliki motivasi baik, selalu berbagi ilmu dan hal yang saya sukai adalah jangan takut untuk mencoba. Ibu Kanjeng adalah guru bagi saya. Demikian juga dengan tokoh inspiratif dalam komunitas yang saya ikuti. Bersama dengan para kurator dan editor yang berpengalaman, tulisan saya dapat dimuat dan memiliki nilai baik. Ketika saya merasa tidak percaya diri dengan kemampuan yang saya miliki, merasa tidak pantas dan ingin mundur, beliau selalu membuka pintu kesempatan untuk mengajak saya menulis. Bukan tanpa alasan, setiap tulisan yang dikumpulkan dan buku yang diterbitkan, selalu ada makna luar biasa yang bisa saya rasakan. Pada saat saya merasa tidak bisa menulis, beliau memberi motivasi secara tidak langsung. Hal ini membuktikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang dan tidak berhenti untuk berkarya. Satu hal yang ingin saya ungkapkan, terima kasih. Meskipun harus dikatakan berulang-ulang, saya tidak akan pernah berhenti untuk menulisnya. Makna yang saya rasakan adalah jika sebuah cerita tak bisa disampaikan dengan kata-kata, maka menulislah. Bacalah hal-hal baik untuk membentuk pola pikir dan karakter. Dan jangan bebani diri dengan hal-hal yang tidak memberikan hal positif apapun. Jika hari ini masih bisa menulis, maka biarkan hari esok cerita baru akan menghiasi halaman berikutnya. Terima kasih.
Perkenalkan
nama saya Isma Rachmadani Siregar, S.S, M.Pd. Saat ini saya berdomisili di kota
Banjarbaru-Kalimantan Selatan. Keseharian saya adalah seorang guru Bahasa
Inggris di SMK Telkom Banjarbaru. Saya juga mengajar beberapa sekolah tinggi,
bimbingan belajar dan aktif dalam kegiatan menulis. Saya juga bergabung pada
beberapa komunitas guru baik lokal maupun nasional. Saya tertarik menulis
karena ide, pengalaman dan pemikiran dapat disalurkan melalui satu karya tulis.
Saya memiliki blog pribadi: https://ismasiregar.blogspot.com/.
Dapat juga saling berkenalan melalui Instagram saya di: @ismasiregar05,
Facebook: https://www.facebook.com/isma.siregar.562.
Dengan nomor Whatsapp: 0813 51085886. Untuk kolaborasi, bisa e-mail: ismasiregar05@gmail.com.
Ekspresikan diri dengan menulis. Salam literasi!
Comments
Post a Comment