Bumi Borneo, Penjelahan Tak Terbatas oleh Isma Rachmadani Siregar


 Bumi Borneo, Penjelahan Tak Terbatas

Oleh: Isma Rachmadani Siregar

sumber: madaniberkelanjutan.id

    “Pian datang, ulun himung.”. Ungkapan ini menjadi penyambut di area Syamsuddin Noor International Airport di kota Banjarbaru. Dengan artinya kami senang anda berkunjung, semakin menambah rasa penasaran para pelancong untuk memulai perjalanan dalam mengeksplorasi bumi Borneo. Mengapa dijuluki Borneo? Berdasarkan Wikipedia, julukan Borneo atau Borneum merupakan sebutan yang keliru akibat dari pedagang yang berasal dari Portugal datang ke Kalimantan. Lalu, sebutan ini diikuti oleh orang Eropa lainnya pada abad ke-17 hingga saat ini. Lalu, informasi lain yang bersumber dari salah satu website, julukan Borneo merupakan nama latin sebuah pohon yaitu Borneol atau Dryobalanops Camphora. Pemberian nama ini oleh bangsa Eropa karena banyaknya pohon tersebut ada di wilayah Kalimantan. Bahkan, hingga sampai sekarang, pelancong dari Eropa menyebut Kalimantan dengan Borneo.

    Melihat pulau Kalimantan, terdapat lima provinsi di dalamnya. Yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Setiap provinsi memiliki keragaman pada kebudayaan, destinasi wisata hingga kekayaan alamnya. Karena dilewati oleh garis khatulistiwa, beberapa wilayahnya terbagi dalam dua jenis waktu yang berbeda yaitu WIB (Waktu Indonesia Barat) dan WITA (Waktu Indonesia Tengah). Dan merupakan rumpun Melayu sehingga bahasa daerahnya hampir sama dengan bahasa daerah di bagian Indonesia Timur. Kalimantan menawarkan pesona alam yang tiada duanya. Keasrian hutan hijau menutupi pegunungan, dataran rendah dan dataran tinggi. Apabila dilihat dari peta atau bola dunia, Kalimantan berwarna hijau karena begitu banyaknya pepohonan. Di sisi lain, julukan seribu sungai juga diberikan kepada Kalimantan karena banyaknya sungai yang mengalir pada setiap daerahnya. Begitu juga dengan keragaman budaya yang menjadi ciri khas Kalimantan seperti makanan, tarian, lagu, bahasa dan masih banyak lainnya. Yuk, kita bahas salah satu Bumi Borneo yaitu Kalimantan Selatan.

        Kalimantan Selatan dengan ibukotanya Banjarmasin, terletak di bagian tenggara Kalimantan dengan dataran rendah di bagian barat dan pantai di bagian timur. Dataran tinggi dibentuk oleh Pegunungan Meratus. Sungai yang membentang di Kalimantan Selatan adalah Sungai Martapura, Sungai Riam Kanan, Sungai Riam Kiwa, Sungai Balangan, Sungai Batang Alai, Sungai Amandit, Sungai Tapin, Sungai Kintap, Sungai Batulicin,dan Sungai Sampanahan. Pada setiap sungai, masyarakat sekitar memanfaatkannya sebagai tempat wisata. Jika masih ingat salah satu iklan pada stasiun televisi nasional, lokasi iklan tersebut diambil dari pasar apung atau terapung yang ada di salah satu sungai di Banjarmasin. Diperankan oleh Almarhumah Hj. Noor Farida, iklan ini menjadi warisan budaya yang memperkenalkan kegiatan jual beli di atas jukung atau perahu kecil. Pasar Terapung terbagi menjadi dua yaitu terletak di Kuin dan Lok Baintan. Pernah diberitakan juga bahwa pasar terapung Banjarmasin menjadi kearifan lokal yang hanya ada di Indonesia. Meskipun di negara lain seperti Thailand juga memiliki pasar terapung, namun pasar terapung Banjarmasin memiliki daya pikat tersendiri. Karena untuk menikmatinya, pelancong sebaiknya mempersiapkan segala sesuatu agar bisa mengabadikan momen terbaiknya.

        Dinas pariwisata Kalimantan Selatan memiliki beragam program dalam meningkatkan sektor pariwisatanya. Karena begitu banyaknya tempat wisata yang istimewa, pemerintah setempat berupaya untuk mengajak masyarakat untuk tetap melestarikan kegiatan di atas sungai tersebut. Dengan banyaknya pengunjung baik dari berbagai daerah di Kalimantan, pengunjung domestik hingga internasional, pilihan untuk mengunjungi pasar terapung ini tetap menjadi tujuan utama. Para youtuber, selebgram dan vlogger tak jarang singgah ke pasar terapung tersebut. Mereka mengabadikannya dalam bentuk video live streaming atau direkam yang nantinya akan dibagikan melalui media sosialnya. Sebelumnya mereka telah mengobservasi lokasi wisata dengan membuka website dinas pariwisata, akun media sosial youtuber lain hingga dijadikan salah satu tujuan wisata yang ditetapkan oleh agen perjalanan setempat. Bukan hanya pasar terapung saja yang ditawarkan namun juga tempat wisata lain yang dapat dikunjungi dalam waktu bersamaan. Seperti pulau Kambang yang menawarkan keindahan hutan bakau dan binatang hutan seperti monyet, museum Wasaka yang menjadi peninggalan sejarah perjuangan warga Banjar pada saat melawan penjajah, dan patung Bakantan yang besar sebagai ikon Banjarmasin yang lokasinya di tepi sungai Martapura. Pelancong dapat menikmati perjalanan menuju pasar terapung baik yang ada di Kuin maupun Lok Baintan dengan menumpangi perahu bermotor atau kelotok yang dapat memuat 5 hingga lebih penumpangnya. Sensasi menyusur sungai menuju pasar terapung menjadi daya pikat bagi pelancong dari mana saja. Pertanyaan yang sering disampaikan adalah kapan waktu yang tepat untuk mengunjungi pasar terapung dan persiapan apa yang harus dilakukan. 

        Bagi pelancong yang pertama berkunjung ke Kalimantan Selatan, sebaiknya memiliki teman yang bisa memfasilitasi perjalanan. Atau jika tidak memiliki teman, maka bisa menghubungi agen perjalanan sehingga bisa didiskusikan tempat wisata mana saja yang bisa dikunjungi selama berada di Banjarmasin. Bagi backpacker atau orang yang melakukan perjalanan dengan tujuan khusus biasanya mereka akan berkunjung untuk menikmati secara langsung seperti mengemudikan kelotok, mendayung jukung untuk menawarkan dagangan kepada pengunjung lain hingga ikut memasak makanan bersama warga lokal. Biaya lebih efisien karena perjalanan dilakukan sendiri tanpa bantuan agen perjalanan. Hanya dengan bermodalkan peta atau Google Map, lalu bertanya kepada warga di sepanjang jalan, backpacker dapat menemukan tujuan mereka lalu melanjutkan ke tempat lainnya karena hal tersebut merupakan bagian dari adventure atau berpetualang. Hal ini berbeda dengan traveler atau pelancong yang lebih terarah dan santai. Waktu yang tepat agar bisa menikmati perjalanan air menuju pasar terapung adalah pada pagi hari atau sekitar pukul 05.00 Wita waktu Banjarmasin. Hal ini dikarenakan agar pelancong dapat menikmati matahari terbit selama perjalanan. Untuk biaya sewa kelotok berkisar Rp 150.000 hingga Rp 300.000 apabila penumpangnya lebih dari 5 orang. Sebelumnya, pelancong sudah membuat perjanjian dengan pengemudi kelotok agar dapat bertemu di dermaga. Setelahnya, pelancong dapat mengajukan tempat lain untuk bisa dikunjungi bersamaan. Dermaga yang menjadi titik kumpul pelancong terletak di Siring, Soto Banjar Bang Amat, dan Trisakti. Pelancong dapat memilih dermaga yang sudah tersedia jasa penyewaan kelotok menuju pasar terapung. Apabila pelancong memilih dermaga Soto Banjar Bang Amat, pelancong juga dapat menikmati Soto Banjar ketika sudah selesai menelusuri pasar terapung. Sangat menyenangkan pastinya.

        Perjalanan menuju pasar terapung Lok Baintan ditempuh selama 30 menit. Selama perjalanan, pelancong dapat menikmati gelombang air sungai, perumahan penduduk yang berada di tepian sungai, hingga sensasi menundukkan kepala ketika melewati jembatan Hal ini karena pelancong dapat duduk di atap kelotok yang posisinya rata. Sehingga dapat diduduki atau berdiri di atasnya. Selain itu, pengemudi juga menyediakan jaket pelampung sebagai bentuk keselamatan untuk penumpangnya. Ketika sampai di lokasi, para pedagang yang biasanya dipanggil dengan amang (paman) dan acil (bibi atau tante) telah menyambut kelotok lain yang sudah sampai lebih awal. Dagangan yang ditawarkan bervariasi seperti makanan, sayur, buah, souvenir, hingga produk sabun dan lainnya. Dagangan yang dibawa dapat berasal dari kebun, titipan, kios yang ada di darat, dan usaha kecil dan menengah (UKM). Dan hal menarik lainnya adalah warung makan terapung yang menyajikan nasi kuning bumbu masak habang dan soto Banjar. Menikmati makanan di atas kelotok merupakan kenikmatan yang luar biasa. Sejauh mata memandang yang terlihat adalah luasnya sungai yang menghubungkan satu tempat ke tempat lainnya. Pelancong dapat makan di warung terapung atau kelotoknya. Dengan gelombang air sungai yang selalu bergerak karena kelotok lain juga saling menghampiri ke warung tersebut. Adapun hal menarik lainnya adalah ketika seorang acil menawarkan wadai atau kue yang cara mengambilnya dengan menggunakan sebatang galah dengan ujungnya tertancap paku sebagai media untuk mengambil wadai yang pelancong inginkan. Beraneka jenis wadai seperti cincin, apam, babungku, pundut, sarabi, cucur, gagetas, untuk-untuk, lapis, lapat, ipau, bingka dan lainnya menjadi pilihan tepat untuk mengawali sarapan dengan segelas teh atau kopi hangat. Harga setiap barang yang ditawarkan bervariasi, terjangkau dan bahkan dapat ditawar. Dan cara unik lainnya sesama pedagang dapat saling barter atau bertukar barang dengan harga yang disepakati oleh kedua belah pihak. Sebagai souvenirnya, pelancong dapat membeli miniatur jukung yang bentuknya seperti jukung pedagang pasar terapung dengan harga yang disesuaikan dengan ukuran dan variasi lainnya. Tentu saja hal ini memberikan kebaikan kepada para pedagang agar tetap melakukan kegiatan di pasar terapung serta melestarikan warisan budaya Banjar. 

        Meskipun saat ini sudah mulai berkurang, akan tetapi pemerintah daerah tidak tinggal diam dan mengupayakan cara lain agar pasar terapung tetap ada. Bagi pelancong yang tidak sempat ke pasar terapung yang ada di Muara Kuin atau Lok Baintan, sekarang sudah bisa menikmati pasar terapung dengan berlokasi di Siring Tendean, Banjarmasin. Pelancong dapat menuju pasar terapung Siring pada hari Sabtu dan Minggu pagi. Upaya pemerintah ini dapat membantu pedagang untuk tetap berjualan dengan merapatkan jukung mereka ke dermaga yang telah disediakan oleh pemerintah setempat. Transaksi pembayaran lebih mudah antara pedagang dan pembeli. Kegiatan pasar terapung di Siring bisa dimanfaatkan selain untuk jual beli, bisa juga untuk acara promosi yang diselenggarakan oleh dinas terkait, sesi pemotretan para model yang mengenakan kostum berbahan kain sasirangan dan atraksi seperti pementasan musik, mamanda dan lainnya. Hal ini juga menarik perhatian masyarakat dan pelancong sehingga kegiatan tersebut dapat diabadikan dan dibagikan melalui akun media sosial masing-masing. Sehingga mengundang para pelancong lain untuk berkunjung ke Banjarmasin dan menikmati sajian budaya Banjar dengan pesona seribu sungainya dan aktivitas menarik lainnya. Teknologi saat ini juga sangat mendukung dalam usaha promosi tujuan wisata di Banjarmasin ini. Terutama pada saat pandemi saat ini. Kegiatan yang melibatkan banyak orang tidak dapat terlaksana karena covid-19 bukanlah virus biasa. Dan dapat mengakibatkan kematian. Sehingga pemerintah daerah perlu membijaksanai setiap kegiatan warganya untuk dapat mencari solusi lain agar pariwisata yang ada di Banjarmasin dan daerah lainnya tetap dapat dinikmati meskipun tidak bisa dirasakan secara langsung. Bersama para youtuber kreatif, destinasi wisata ini dapat dinikmati secara virtual yang disajikan oleh para budayawan, pemerhati pariwisata, dinas terkait serta masyarakat Banjar khususnya. 

        Di samping itu, hal ini dapat dijadikan edukasi kepada para siswa agar tetap melestarikan warisan budaya kita dengan membuatnya ke dalam flyer, blog, atau video kolaborasi dengan pelancong lokal. Meskipun tidak dapat menghasilkan banyak rupiah, namun dengan tetap mengangkat destinasi wisata Kalimantan Selatan ini ke dalam bentuk yang berbeda bahkan dapat disajikan dengan bahasa pengantarnya yaitu bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya. Selain pasar terapung, pelancong juga dapat menikmati tempat wisata lainnya seperti Taman Wisata Pulau Kembang, Bukit Rimpi Pelaihari, Taman Labirin Pelaihari, Bukit Matang Kaladan, Taman Siring Sungai Martapura, Taman Maskot Bekantan, Museum Wasaka, Rafting Bambu di Sungai Amandit, Jembatan Barito, Wisata Pantai Jodoh, Air Terjun Bajuin, Menara Pandang, Wisata Pulau Bakut, Taman Satwa, Jembatan Gantung Desa Nateh, Goa Batu Hapu, Goa Liang Tapah, Danau Biru Pengaron, Waduk Riam Kanan, Hutan Pinus Mentaos, Rumah Pohon Cempaka, Rumah Jomblo, Guntung Nyaru Bungkukan, Taman Hutan Raya Sultan Adam, Bukit Telang, Bukit Tabuan Pasepakan, Air Terjun Mandin Damar, Pulau Pamalikan, Pulau Samber Gelap, Pantai Birah Birahan dan masih banyak lainnya. Setiap tempat wisata menawarkan keindahan alam seperti hutan, pantai, dataran tinggi dan tempat yang dibuat oleh warga sekitar. Jika ingin melakukan perjalanan, sebaiknya dapat mempersiapkan waktu, biaya, tenaga dan juga kesepakatan bersama agar perjalanan menjadi lebih mudah dan tersusun dengan baik. Apabila kondisi pandemi saat ini sudah berangsur membaik, maka pemerintah akan membuka kembali semua akses kunjungan pelancong untuk bisa menikmati Bumi Borneo yang luar biasa ini. Karena sekali saja pelancong tiba disini, maka akses penjelahan takkan terbatas. Apakah anda sudah menginjakkan kaki di destinasi wisata Bumi Borneo? Pastikan, anda berikutnya!


Pian datang, ulun sambut lawan mayang

Ulun hamburi baras, si Baras Kuning

Comments

Popular posts from this blog

Presentasi Dinamis, Melatih Kemampuan Murid untuk Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris Oleh: Isma Rachmadani Siregar

Make a profit from waste cables and metal left over from practical learning at Vocational School Telkom Banjarbaru By: Isma Rachmadani Siregar