Ratapan Pepohonan oleh Isma Rachmadani Siregar
Ratapan Pepohonan
Oleh: Isma Rachmadani Siregar
Hijau,
rimbun itu dirimu
Diterpa
angin semilir membelai kulitku
Aku
yang terduduk di bawah rindangnya ranting lebat
Membuatku
ingin melepaskan semua rasa penat
Namun
sekarang rantingmu mengering, rapuh
Tiada
lagi kicauan merdu burung yang bernyanyi riuh
Entahlah
apakah dirimu sedang sakit atau mereka yang menyakitimu
Terdiam
dan terpaku, aku memelukmu
Sayup
terdengar bisikan dan lirihan "tolong aku"
Kusapu
dirimu dari tumpukan debu
Kulihat
banyak luka, suara tangis begitu pilu
Ulah
manusia yang begitu kejam dan sadis padamu
"Tolong
aku, selamatkan aku, jangan sakiti aku"
"Aku
sudah terluka, pedih, perih, hancur tak lagi bersatu"
Terkulai
lemas, pupus harapan, tak mampu bertahan
Melayani
ego, keserakahan, keangkuhan manusia rakus tak berTuhan
Rimbun
yang semula menjadi pelindung
Banyak
nyawa dan kehidupan yang hilang
Ditebas
habis tanpa peringatan
Dan
kini hanya tersisa ratapan pepohonan
Kawan,
bukan saatnya untuk berdiam, bersikap acuh
Bumi
yang kau pijak ini lelah, runtuh
Jika
kau masih ingin menikmati indahnya bumi pertiwi
Berjibakulah
melawan manusia tamak dan lakukan aksi
Jika
kau tak mampu maka jangan sakiti
Sekali
berpaling, rimbunnya kan hanya terpajang di tembok tanpa suara
Karna
dia berdoa dan Tuhan merestui
Agar
manusia tersadar dari seruan semesta

Comments
Post a Comment