Ratapan Pepohonan oleh Isma Rachmadani Siregar

 

Ratapan Pepohonan

Oleh: Isma Rachmadani Siregar

Sumber.iStock


 

Hijau, rimbun itu dirimu

Diterpa angin semilir membelai kulitku

Aku yang terduduk di bawah rindangnya ranting lebat

Membuatku ingin melepaskan semua rasa penat

 

Namun sekarang rantingmu mengering, rapuh

Tiada lagi kicauan merdu burung yang bernyanyi riuh

Entahlah apakah dirimu sedang sakit atau mereka yang menyakitimu

Terdiam dan terpaku, aku memelukmu

 

Sayup terdengar bisikan dan lirihan "tolong aku"

Kusapu dirimu dari tumpukan debu

Kulihat banyak luka, suara tangis begitu pilu

Ulah manusia yang begitu kejam dan sadis padamu

 

"Tolong aku, selamatkan aku, jangan sakiti aku"

"Aku sudah terluka, pedih, perih, hancur tak lagi bersatu"

Terkulai lemas, pupus harapan, tak mampu bertahan

Melayani ego, keserakahan, keangkuhan manusia rakus tak berTuhan

 

Rimbun yang semula menjadi pelindung

Banyak nyawa dan kehidupan yang hilang

Ditebas habis tanpa peringatan

Dan kini hanya tersisa ratapan pepohonan

Kawan, bukan saatnya untuk berdiam, bersikap acuh

Bumi yang kau pijak ini lelah, runtuh

Jika kau masih ingin menikmati indahnya bumi pertiwi

Berjibakulah melawan manusia tamak dan lakukan aksi

 

Jika kau tak mampu maka jangan sakiti

Sekali berpaling, rimbunnya kan hanya terpajang di tembok tanpa suara

Karna dia berdoa dan Tuhan merestui

Agar manusia tersadar dari seruan semesta

Comments

Popular posts from this blog

Presentasi Dinamis, Melatih Kemampuan Murid untuk Berkomunikasi dalam Bahasa Inggris Oleh: Isma Rachmadani Siregar

Make a profit from waste cables and metal left over from practical learning at Vocational School Telkom Banjarbaru By: Isma Rachmadani Siregar